Tugas 4 Softskill

Tugas :
1. Beri contoh outline atau kerangka karangan berdasarkan bidang kajian kalian (akuntansi, keuangan, pajak, dsb).
2. Kembangkan outline tersebut dengan pemikiran yang sistematis, kelogisan, dan relevansi serta terpusat pada tema yang ditentukan.
3. Outline dikembangkan dengan singkat, jelas, dan menggunakan kalimat efektif. Perhatikan letak kalimat utama, setiap paragraf hanya cukup 1 kalimat topik.

1. Contoh Kerangka Karangan

Tema      : Pajak
Judul       : Perpajakan Indonesia Dalam Pajak Penghasilan Pasal 21

1. Pengertian Pajak
2. Pajak Penghasilan
    2.1. Undang-Undang Pajak Penghasilan
    2.2. Pengertian Pajak Penghasilan
    2.3. Subjek Pajak Penghasilan
3. Pajak Pengertian Pasal 21
    3.1. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21
    3.2. Objek Pajak Penghasilan Pasal 21
    3.3. Wajib Pajak Pajak Penghasilan Pasal 21
    3.4. Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21
    3.5. Penghasilan Tidak kena Pajak

2. Mengembangkan kerangka karangan

Tema         :  Pajak
Judul         : Perpajakan  Indonesia Dalam Pajak Penghasilan Pasal 21
1.   Pengertian Pajak
        Pajak adalah suatu jenis pungutan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap rakyat berdasarkan Undang-Undang yang dapat dipaksakan dimana diperbayar tidak mendapatkan imbalan yang langsung dapat ditunjukan dan digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.  Pajak digunakan untuk membiayai pembangunan nasional dan untuk mengisi kas negara. Berdasarkan pembebanan pajak dibedakan menjadi dua yaitu : Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung. Pajak  Langsung adalah pajak yang pembebanannya tidak dapat dialihkan kepada orang lain. Dan pajak tidak langsung  adalah pajak yang pembebanannya dapat dialihkan kepada orang lain.
2.  Pajak Penghasilan
     2.1. Undang-Undang Pajak Penghasilan
        Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang mana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994 kemudian  diubah kembali dengan Undang-Undang 17 Tahun 2000 dan yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 mengatur mengenai Pajak Atas Penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan. Perubahan undang-undang pajak penghasilan dimaksudkan untuk tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip perpajakan yang dianut secara adil.

     2.2. Pengertian Pajak Penghasilan
       Pajak Penghasilan adalah suatu pungutan yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima dari Indonesia maupun dari luar Indonesia dalam tahun pajak.  Ditinjau dari pengelompokkannya, Pajak Penghasilan dikategorikan sebagai Pajak Pusat. Dan ditinjau dari sifatnya dikategorikan sebagai Pajak Subjektif.

      2.3. Subjek Pajak
        Subjek pajak adalah pihak-pihak yang berkewajiban untuk menghitung, menetapkan, melunasi dan melaporkan utang pajak apabila telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Undang-Undang. Subjek pajak meliputi orang pribadi, badan, warisan yang belum dibagi dan Bentuk Usaha Tetap. Subjek pajak terdiri dari subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri. Subjek pajak dalam negeri adalah orang yang tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam waktu 12 bulan atau orang yang berniat untuk tinggal di Indonesia selama-lamanya dan badan yang didirikan atau berkedudukan di Indonesia. Sedangkan subjek pajak luar negeri adalah orang yang tinggal di Indonesia kurang dari 183 hari dalam waktu 12 bulan, orang yang tidak tinggal di Indonesia tetapi menerima penghasilan dari Indonesia dan badan yang didirikan atau berkedudukan di luar negeri tetapi memperoleh penghasilan dari Indonesia.

3. Pajak Penghasilan Pasal 21
    3.1. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21)
       Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah suatu pungutan yang dikenakan oleh subjek pajak sehubungan dengan penghasilan yang diperoleh seperti gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak orang pribadi dan badan. Dasar hukum pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 21 ialah Pasal 21 Undang-Undang Pajak Penghasilan; Kep 545/Pj/2000 tanggal 29 Desember 2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jendral Pajak Nomor 15/Pj/2006 tanggal 23 Februari 2006 tentan Petunjuk Pelaksanaan Pemotong Penyetoran dan Pelaporan PPh 21 dan PPh 26. Pajak Penghasilan 21 dipotong atas penghasilan yang diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (WPDN) seperti WNI dan WNA.

     3.2. Objek Pajak Penghasilan Pasal 21
        Objek pajak dalam pajak penghasilan 21 adalah penghasilan. Yang dimaksud penghasilan ialah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima oleh wajib pajak dari manapun asalnya baik yang diterima dari Indonesia maupun dari luar Indonesia dengan nama atau bentuk apapun yang dapat digunakan untuk konsumsi dan menambah kekayaan wajib pajak. Penghasilan dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu : penghasilan dari pekerjaan dan jasa, penghasilan dari usaha  dan kegiatan, peghasilan dari modal dan sewa atau penggunaan harta, dan penghasilan lain-lain.

     3.3. Wajib Pajak PPh Pasal 21
       Wajib Pajak dalam Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah orang pribadi dan badan. Wajib pajak biasa disebut dengan subjek pajak yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. Wajib pajak terdiri dari wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan. Di Indonesia, setiap orang wajib mendaftarkan diri dan mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP ).

     3.4. Tarif Pajak PPh Pasal 21
       Berdasarkan ketentuan Pasal 17 Ayat (1)Undang-undang Pajak Penghasilan, besarnya tarif Pajak Penghasilan yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak Dalam Negeri yang telah menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia melalui suatu Bentuk Usaha Tetap, sebagai berikut :
a. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri
Lapisan Penghasilan Kena Pajak
Tarif Pajak
Sampai dengan Rp. 50.000.000
5%
Di atas Rp. 50.000.000 sampai dengan Rp. 250.000.000
15%
Di atas Rp. 250.000.000 sampai dengan Rp. 500.000.000
25%
Di atas Rp. 500.000.000
30%
 b. Untuk Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap
Tarif untuk Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap 25% yamg sudah diperbaharui dan mulai berlaku sejak Tahun Pajak 2010.

   3.5. Penghasilan Tidak Kena Pajak
      Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan pengurangan penghasilan neto orang pribadi sebagai wajib pajak dalam negeri dalam menghitung penghasilan kena pajak yang harus dibayar wajib pajak di Indonesia . PTKP diatur dalam pasal 7 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Besarnya PTKP tersebut adalah:
Jenis Penghasilan Tidak Kena Pajak
Setahun
Sebulan
Untuk Wajib Pajak Sendiri.
Rp.  15.840.000
Rp. 1.320.000
Tambahan Wajib Pajak yang berstatus Kawin.
Rp.    1.320.000
Rp.     110.000
Tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan suami.
Rp.  15.840.000
Rp. 1.320.000
Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah, semenda dalam garis keturunan lurus, serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya paling banyak 3 orang.
Rp.    1.320.000
Rp.    110.000

Bahasa Indonesia Tugas 3


Nama Anggota  :

Anggit Danisa   ( 20210841 )
Bunga Restarina Harahap   ( 21210491 )
Dian Julia Puspitasari   ( 21210961 )

Kelas  : 3 EB 06

Tugas  :
Temukan padanan kata dalam Bahasa Indonesia pada contoh berikut. Selanjutnya pilih 5 kata dari 25 kata yang tersedia dan buat contoh kata buat dalam bentuk kalimat efektif (tepat secara gramatikal Bahasa Indonesia).
  1. Abnormal perfomanca index
  2. Adjustment
  3. Adjustment Price
  4. Administrative expenses
  5. Advance Payment
  6. Audit Working Paper
  7. Automatic Premium Loan
  8. Bank Line
  9. Blanket Expense Policy
10. Capital Adequacy Ratio (CAR)
11. Cash Disbursement
12. Certified Public Accountant
13. Checking Account
14. Collective Rights of Shockholders
15. Competitive Bid
16. Completion Bond
17. Conditional Sale Fleater (insurance)
18. Consumer Debenture
19. Continuous Budget
20. Cost Forecasting
21. Cost of Goods Sold
22. Economic Entity
23. Economic Class
24. Financial Intermediary
25. Financial Repoting

Jawaban  :
                                                                             Arti Kata
1. Abnormal perfomanca index                     Indeks kinerja abnormal
  2. Adjustment                                              Penyesuaian
  3. Adjustment Price                                     Harga Penyesuaian
  4. Administrative expenses                         Biaya Administrasi
  5. Advance Payment                                   Pembayaran dimuka
  6. Audit Working Paper                              Kertas kerja pemeriksaan
  7. Automatic Premium Loan                       Pinjaman premi otomatis
  8. Bank Line                                                Sarana Kredit Bank
  9. Blanket Expense Policy                           Polis biaya aneka resiko
10. Capital Adequacy Ratio (CAR)              Rasio Kecukupan Modal
11. Cash Disbursement                                  Pembayaran kas
12. Certified Public Accountant                   Akuntan publik terdaftar
13. Checking Account                                   Rekening koran
14. Collective Rights of Shockholders          Hak kolekif pemegang saham
15. Competitive Bid                                      Penawaran bersaing
16. Completion Bond                                    Jaminan Wajib penyelesaian
17. Conditional Sale Fleater (insurance)       Asuransi
18. Consumer Debenture                               Konsumen Obligasi
19. Continuous Budget                                 Anggaran bersinambung
20. Cost Forecasting                                      Biaya ramalan
21. Cost of Goods Sold                                Harga pokok penjualan
22. Economic Entity                                      Kesatuan ekonomi
23. Economic Class                                       Kelas ekonomi
24. Financial Intermediary                            Pelantara keuangan
25. Financial Repoting                                  Pelaporan keuangan

Padanan Kata
  1. Petunjuk kinerja yang di luar batas normal
  2. Adaptasi
  3. Harga yang disesuaiakan
  4. Pengeluaran administrasi
  5. Panjaran, tanda jadi
  6. Laporan Audit
  7. Angsuran pinjaman
  8. Fasilitas kredit bank
  9. Pengeluaran Biaya
10. Perbandingan asset
11. Pengeluaran tunai
12. Pengawas akuntan
13. Perkiraan Koran
14. Hak bersama pemegang saham
15. Tawaran konpetitif
16. Pelunasan jaminan
17. Jaminan
18. Pemegang obligasi
19, Anggaran berkelanjutan
20. Taksiran biaya
21. Biaya penjualan
22. Penggabungan ekonomi
23. Strata ekonomi
24. Penghubung keuangan
25. Informasi Keuangan

Kalimat Efektif  :

Penyesuaian :
Pada akhir tahun perusahaan melakukan penyesuaian terhadap rekening-rekening buku besar perusahaan.

Biaya Administrasi  :
Setiap nasabah yang mempunyai rekening tabungan dikenakan biaya administrasi sesuai ketentuan bank yang bersangkutan.

Kertas Kerja Audit :
Pada kertas kerja pemeriksaan harus dicantumkan kesimpulan mengenai kelayakan perkiraan yang diperiksa.

Harga Pokok Penjualan  :
Harga pokok penjualan muncul pada laporan laba/rugi sebagai komponen utama dari biaya operasi.

Laporan Keuangan  :
Laporan keuangan berfungsi untuk mengurangi kesenjangan informasi antara manajemen perusahaan dengan pemilik yang berada di luar perusahaan.

Tulisan kecilku part 2

Dulu aku tak pernah merasakan cinta
Yang tak haarus memiliki
Namun aku mencoba menerima
Meskipun aku tau aku salah
Aku coba melupakan
Karna aku tahu kau bukan milikku
Aku berhenti berharap
Akan cinta yang dulu ada dihati

Dan aku coba tuk bertahan
Meskipun berat.......
Kini aku berhenti berharap
Dan menyadari hatiku tak bisa memilikimu

Tulisan kecilku

Aku takut bila menatap matamu
Sadarku bahwa engkau bukan milikku
Aku takut bila ku mengagumimu
Sadarku kau tak pernah menjadi milikku

          Aku takut jika kau tau hatiku
          Karena diriku tak berarti bagimu
          Kau tak tau perasaanku
          Dan ku tak mau kau tau perasaanku

Tuhan bangunkan aku dari tidur panjangku
Tuhan sadarkan aku dari mimpi tentangnya
Aku salah bila terus berharap padamu
Tak mungkin sungguh semua itu tidak mungkin

Tugas 1

Nama Anggota  :
1. Anggit Danisa (20210841)
2. Bunga Restarina Harahap (21210941)
3. Dian Julia Puspitasari (21210961)

Artikel 1

Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian, disamping kegiatan produksi dan konsumsi. Konsumsi baru bias terlaksana setelah adanya kegiatan produksi dan pemasaran. Dengan kata lain, produksi dan pemasaran dapat membantu terlaksananya tujuan konsumsi. Pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi, yang berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung antara dua faktor tersebut. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini, tanpa adanya pemasaran orang sulit mencapai tujuan konsumsi yang memuaskan. Betapapun baiknya produk yang dihasilkan, jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit akan laku.
Jelaskan selengkap mungkin apa, kesalahan yang kalian temukan pada artikel di atas!

Kalimat 1
“Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian”
Seharusnya kata adalah dan merupakan tidak muncul bersamaan seperti kalimat diatas karena jika muncul seperti itu menjadi pemborosan kata. Kalimat tersebut bisa diubah menjadi “Pemasaran adalah salah satu” atau bisa juga seperti “pemasaran merupakan salah satu”

Kalimat 2
 
“Pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi”
Kata pemasaran diletakkan di awal kalimat kurang tepat, seharusnya diletakkan setelah kata lihat sehingga kalimatnya menjadi “ Jika kita lihat pemasaran berada diantara produksi dan konsumsi.”

Kalimat 3

“Dalam kondisi perekonomian sekarang ini”
Kata sekarang pada kalimat tersebut kurang tepat, bisa diubah dengan menggunakan kata saat. Sehingga kalimatnya menjadi “Dalam kondisi perekonomian saat ini”

Kalimat 4

“jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit akan laku.”
Seharusnya kata akan diubah dengan kata untuk. Sehingga menjadi kalimat “ jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit untuk laku.”

Artikel 2
Pemukiman kumuh sering diidentikkan dengan kemiskinan, bahkan hasil penelitian Ismail (1991:1) menunjukkan bahwa pertumbuhan pemukiman kumuh berhubungan positif dengan problema kemiskinan penduduk. Semakin banyak penduduk miskin di perkotaan, semakin meningkat jumlah pemukiman (kampong) kumuh. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penduduk pemukiman kumuh merupakan masyarakat miskin. Keterbatasan ekonomi dan keadaan social yang kurang mendukung mengakibatkan lapisan penduduk marjinal DKI Jakarta dengan terpaksa dan atau sengaja bermukim di pemukiman kumuh. Di antara mereka bahkan mendirikan bangunan liar pada lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai pemukiman atau pada lahan milik pihak lain. Timbul masalah kesehatan yang mendasar, seperti: masalah air minum, tinja, sampah, sanitasi makanan, serangga dan pencernaan yang disebabkan oleh timbulnya pemukiman kumuh. Permasalahan kesehatan tersebut yang telah menjadi problematika bagi masyarakat maupun aparat pemerintah.
Berdasarkan artikel no 2 susun (1) Rumusan masalah, (2) Tujuan penelitian


Rumusan Masalah

1.  Apa penyebab pemukiman menjadi kumuh?
2.  Mengapa masyarakat memilih untuk bermukim di pemukiman kumuh?
3.  Dimana saja permukiman kumuh itu didirikan?
4.  Apa dampak dari adanya pemukiman kumuh?
5.  Bagaimana pemerintah menanggulangi pemukiman kumuh tersebut?

Tujuan Penelitian
Penulis bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya pemukiman kumuh dan dampak yang di alami bagi masyarakat sekitarnya.

Tugas 2 Bahasa Indonesia

Nama Anggota :
1. Anggit Danisha (20210841)
2. Bunga Restarina Harahap (21210491)
3. Dian Julia Puspitasari (21210961)

Tugas:
Salah satu bentuk esei kritik ialah tinjauan buku. Kalian harus menemukan buku penunjang dalam bidang Akuntansi (buku populer). Untuk tugas ini, kalian harus membedakan antara tujuan tinjauan dan tujuan buku tersebut. Jadi tugas kalian ada 2, yaitu apa tujuan kalian melakukan tinjauan buku X dan apa tujuan penulis menyusun buku tersebut. Selanjutnya, tugas kalian adalah:
1. jelaskan apa tujuan esei kritik tinjauan buku tersebut.
2. tujuan penulis buku tersebut.
Kalian harus memberikan rangkuman buku dan memberikan kesimpulan bahwa buku tersebut baik untuk dibaca atau tidak untuk dibaca.


Judul Buku : Pengantar Akuntansi II
Pengarang : Hery, S.E., M. Si
Penerbit : Bumi Aksara

1. Tujuan kami melakukan tinjauan buku ini adalah       :
Buku pengantar akuntansi 2 dijadikan untuk referensi bagi mahasiswa yang ingin lebih mempelajari tentang akuntansi yang berhubungan dengan saham, obligasi, ekuitas perseroan, kewajiban lancar, akuntansi untuk firma dan menyusun laporan arus kas. Dimana seorang akuntan diwajibkan memahami tentang akuntansi untuk pencatatan saham dan obligasi yang selalu ada pada setiap perusahaan perseroan, CV, firma, maupun perusahaan perseorangan.

2. Tujuan penulis dalam menyusun buku tersebut         :
Untuk memenuhi kebutuhan bagi para mahasiswa yang ada deprogram studi akuntansi pada  khususnya dan manajemen pada umumnya yang mengambil mata kuliah ini. Buku ini secara khusus dan mendalam akan mengulas mengenai kewajiban lancar dan pengajian, akuntansi untuk firma, transaksi untuk ekuitas perseroan, utang obligasi, investasi saham maupun obligasi, dan penyusunan laporan arus kas.
 
3. Rangkuman dari isi buku Pengantar Aakuntansi II  :
        Kewajiban lancar adalah kewajiban yang akan dibayar dengan menggunakan aktiva lancar dan harus segera dilunasi dalam jangka waktu satu tahun. Yang termasuk dalam kategori kewajiban lancar adalah utang usaha, pendapatan diterima dimuka, utang pajak penghasilan, utang bunga, utang upah, utang pajak penjualan, dan kewajiban jangka panjang yang akan segera jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun. Utang usaha timbul pada saat barang atau jasa diterima sebelum melakukan pembayaran. Sedangkan pendapatan diterima dimuka timbul pada saat pembayaran diterima sebelum barang atau jasa diberikan. Utang pajak penghasilan karyawan merupakan jumlah pajak yang terhutang kepada pemerintah atas besarnya gaji karyawan yang terkena pajak penghasilan. Wesel bayar dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu wesel bayar berbunga dan wesel bayar yang didiskontokan. Untuk wesel bayar berbunga, beban bunga akan diakui atau dicatat pada akhir periode akuntansi dan atau pada saat wesel jatuh tempo. Pengendalian internal atas sistem pengajian diperlukan untuk menjamin agar pembayaran gaji dapat dilakukan secara akurat dan tepat waktu serta tersedianya catatan akuntansi yang memadai atas pengajian.
        Persekutuan ( firma ) dimiliki oleh dua orang atau lebih, yang dibentuk atas dasar kepercayaan. Dalam firma, keahlian yang dimiliki oleh salah seorang anggota sekutu dapat dikombinasikan dengan sumber daya ( modal ) yang dimiliki oleh anggota sekutu lainnya. Kepemilikan persero terbagi kedalam lembar saham. Modal perusahaan diperoleh dari hasil penjualan saham kepada para pemegang saham, yang dinamakan sebagai modal saham atau modal disetor. Aktiva yang disetor oleh masing-masing anggota sekutu kedalam firma akan didebet ke akun aktiva firma. Secara umum, metode pembagian laba ( rugi ) bersih firma dapat dibedakan menjadi : (1) berdasarkan rasio tetap, yang dapat dinyatakan baik dalam bentuk perbandingan, persentase, ataupun bagian; (2) berdasarkan rasio tertentu, bisa atas saldo modal dari masing-masing anggota sekutu pada awal periode, atau saldo modal rata-rata sepanjang periode; (3) berdasarkan gaji anggota sekutu, dan sisanya akan dibagi rasio tetap; (4) berdasarkan bunga atas saldo modal masing-masing anggota sekutu, dan sisanya akan dibagi sesuai rasio tetap; (5) berdasarkan gaji anggota sekutu, bunga atas saldo modal masing-masing dan sisanya dibagi sesuai rasio tetap. Neraca untuk firma sama seperti neraca dalam perusahaan perorangan, kecuali dibagian pelaporan modalnya. Untuk firma, saldo modal atas masing-masing anggota sekutu akan ditunjukkan secara terpiosah dalam neraca.
         Modal pemilik dalam perseroan dinamakan modal pemegang saham. Pada saat akhir periode akuntansi, laba bersih yang dihasilkan selama periode berjalan akan ditutup kea kun laba ditahan melalui ayat jurnal penutup, dimana akun ikhtisar laba rugi akan didebet dan akun laba   ditahan akan dikredit. Jumlah maksimum lembar saham yang dapat diterbitkan oleh perseroan dinamakan sebagai modal dasar ( modal yang diotorisasi ). Ketika saham yang bernilai pari diterbitkan dengan premium, akun kas atau aktiva lainnya akan didebet sebesar jumlah yang diterima. Metode yang sering digunakan untuk mencatat pembelian dan penjualan kembali treasury stock adalah metode harga pokok. Ketika saham dipecah, pengurangan ( penurunan ) nilai pari atau  nilai yang ditetapkan akan diterapkan keseluruh lembar saham, baik saham yang belum diterbitkan, saham yang telah diterbitkan, maupun saham yang diperoleh kembali. Tujuan utama dari dilakukannya pemecahan saham adalah untuk menurunkan harga pasar per lembar saham, yang pada akhirnya akan dapat menarik lebih banyak investor untuk ikut ambil bagian sebagai pemegang saham dari perusahaan.
          Obligasi termasuk dalam kategori wesel bayar berbunga, dimana memerlukan pembayaran bunga secara berkala, dan nilai nominalnya akan dibayarka kembali pada saat obligasi tersebut jatuh tempo. Nilai nominal obligasi mencerminkan jumlah yang terutang pada saat obligasi jatuh tempo. Pembayaran bunga dihitung sebagai hasil kali antara tingkat suku bunga nominal dengan nilai nominal obligasi. Tingkat suku bunga pasar adalah tingkat suku bunga yang diminta oleh kreditor atas sejumlah dana yang dipinjamkannya kepada debitur. Pembeli menentukan besarnya harga obligasi dengan cara menghitung nilai sekarang dari nominal obligasi dan nilai sekarang anuitas dari jumlah bunga yang akan diterima pada saat akhir interval periode bunga. Dalam neraca,  akun diskonto utang obligasi akan dilaporkan sebagai akun pengurang dari akun utang obligasi. Dalam neraca akun premium utang obligasi akan dilaporkan sebagai akun penambah dari akun utang obligasi. Besarnya premium utang obligasi akan diamortisasi sebagai pengurang beban bunga.
          Pembelian investasi obligasi perolehan, sama seperti pembelian aktiva lainnya. Harga perolehan disini meliputi seluruh pengeluaran yang diperlukan untuk memperoleh investasi tersebut. Jadi, selain harga beli, pajak dan komisi broker juga turut diperhitungkan sebagai bagian dari harga perolehan investasi. Harga perolehan obligasi dicatat dalam akun tunggal investasi. Nilai nominal obligasi dan premium/diskonto tidak dicatat dalam akun terpisah. Dengan metode ekuitas, akun “investasi dalam saham” secara berkala akan disesuaikan untuk mencerminkan perubahan yang terjadi dalam aktiva bersih investee. Saldo akun “investasi dalam saham” akan bertambah untuk mencerminkan bagian proporsional atas laba bersih yang dilaporkan investee atau akan berkurang untuk mencerminkan bagian proporsional atas rugi bersih yang dilaporkan investee.
          Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pembayaran kas diklasifikasikan menurut tiga kategori utama, yaitu aktivitas operasi, invesatsi, dan pembiayaan. Metode tidak langsung dimulai dengan anka laba/rugi bersih sebagaimana yang dilaporkan kedalam laporan laba rugi dan menyesuaikan besarnya laba/rugi bersih tersebut dengan item-item yang tidak mempengaruhi arus kas. Metode langsung adalah menguji kembali setiap item laporan laba rugi dengan tujuan untuk melaporkan berapa besar kas yang diterima atau yang dibayarkan terkait dengan setiap komponen dari laporan laba rugi tersebut.

Kesimpulan   :
Menurut kelompok kami kesimpulan dari buku “Pengantar Akuntansi II” tersebut, baik untuk dibaca karena diakhir masing-masing bab buku ini secara spesifik menghadirkan soal-soal latihan dan ilustrasi masalah yang disertai dengan solusinya. Serta penggunaan bahasanya mudah dimengerti bagi para pembaca khususnya mahasiswa yang sedang mempelajari mata kuliah ini.
 




 


Tugas1 Bahasa Indonesia 2

Nama Anggota :
- Anggit Danisa (20210841)
- Bunga Restarina Harahap (21210491)
- Dian Julia Puspitasari (21210961)


Artikel 1
Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian, disamping kegiatan produksi dan konsumsi. Konsumsi baru bias terlaksana setelah adanya kegiatan produksi dan pemasaran. Dengan kata lain, produksi dan pemasaran dapat membantu terlaksananya tujuan konsumsi. Pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi, yang berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung antara dua faktor tersebut. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini, tanpa adanya pemasaran orang sulit mencapai tujuan konsumsi yang memuaskan. Betapapun baiknya produk yang dihasilkan, jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit akan laku.
Jelaskan selengkap mungkin apa, kesalahan yang kalian temukan pada artikel di atas!

Kalimat 1
“Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian”
Seharusnya kata adalah dan merupakan tidak muncul bersamaan seperti kalimat diatas karena jika muncul seperti itu menjadi pemborosan kata. Kalimat tersebut bisa diubah menjadi “Pemasaran adalah salah satu” atau bisa juga seperti “pemasaran merupakan salah satu”
Kalimat 2.
“Pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi”
Kata pemasaran diletakkan di awal kalimat kurang tepat, seharusnya diletakkan setelah kata lihat sehingga kalimatnya menjadi “ Jika kita lihat pemasaran berada diantara produksi dan konsumsi.”
Kalimat 3
“Dalam kondisi perekonomian sekarang ini”
Kata sekarang pada kalimat tersebut kurang tepat, bisa diubah dengan menggunakan kata saat. Sehingga kalimatnya menjadi “Dalam kondisi perekonomian saat ini”
Kalimat 4
“jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit akan laku.”
Seharusnya kata akan diubah dengan kata untuk. Sehingga menjadi kalimat “ jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit untuk laku.”

Artikel 2
Pemukiman kumuh sering diidentikkan dengan kemiskinan, bahkan hasil penelitian Ismail (1991:1) menunjukkan bahwa pertumbuhan pemukiman kumuh berhubungan positif dengan problema kemiskinan penduduk. Semakin banyak penduduk miskin di perkotaan, semakin meningkat jumlah pemukiman (kampong) kumuh. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penduduk pemukiman kumuh merupakan masyarakat miskin. Keterbatasan ekonomi dan keadaan social yang kurang mendukung mengakibatkan lapisan penduduk marjinal DKI Jakarta dengan terpaksa dan atau sengaja bermukim di pemukiman kumuh. Di antara mereka bahkan mendirikan bangunan liar pada lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai pemukiman atau pada lahan milik pihak lain. Timbul masalah kesehatan yang mendasar, seperti: masalah air minum, tinja, sampah, sanitasi makanan, serangga dan pencernaan yang disebabkan oleh timbulnya pemukiman kumuh. Permasalahan kesehatan tersebut yang telah menjadi problematika bagi masyarakat maupun aparat pemerintah.
Berdasarkan artikel no 2 susun (1) Rumusan masalah, (2) Tujuan penelitian
 
Rumusan Masalah
1.  Apa penyebab pemukiman menjadi kumuh?
2.  Mengapa masyarakat memilih untuk bermukim di pemukiman kumuh?
3.  Dimana saja permukiman kumuh itu didirikan?
4.  Apa dampak dari adanya pemukiman kumuh?
5.  Bagaimana pemerintah menanggulangi pemukiman kumuh tersebut?

Tujuan Penelitian
Penulis bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya pemukiman kumuh dan dampak yang di alami bagi masyarakat sekitarnya.